Kesehatan, Keselamatan Kerja (K3) dan Ergonomi di Rumah Sakit

DESKRIPSI

Dengan diterbitkannya    Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor : PER.05/MEN/1996, tentang Sistem Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) diharapkan perusahaan dapat mengimplementasikan  system keselamatan dan kesehatan kerja sehingga karyawan terlindungi, tingkat kecelakaan dapat diturunkan dan peluang terjadinya   bahaya dan kecelakaan di tempat kerja  dapat dihindari. Sebagimana diatur dalam  pasal 3 Peraturan Menteri tersebut bahwa setiap perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih, dan/atau mengandung potensi bahaya yang ditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib mengimplementasikan SMK3. Demikian pula penanganan faktor potensi berbahaya yang ada di rumah sakit serta metode pengembangan program keselamatan dan kesehatan kerja disana perlu dilaksanakan, seperti misalnya perlindungan baik terhadap penyakit infeksi maupun non-infeksi, penanganan limbah medis, penggunaan alat pelindung diri dan lain sebagainya. Selain terhadap pekerja di fasilitas medis/klinik maupun rumah sakit, Keselamatan dan Kesehatan Kerja di rumah sakit juga “concern” keselamatan dan hak-hak pasien, yang masuk kedalam program patient safety.Oleh karena itu perlu adanya pemahaman kepada semua karyawan di rumah sakit tentang pentingnya penerapan SMK3 di rumahsakit.

 

 

TUJUAN

Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta memahami tentang system dan aplikasi dari smk3 di rumah sakit.

MATERI TRAINING

1. Identifikasi dan evaluasi terhadap faktor yang berpotensi berbahaya bekerja di rumah sakit (faktor fisik, kimia dan biologis)
2. Kontrol terhadap faktor risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, seperti :
•    Faktor Fisik (radiasi, bising, suhu panas, dan sebagainya)
•    Faktor Kimiawi (laboratorium, penggunaan mesin fotocopy, MSDS, Label, dsb)
•    Faktor Ergonomi (menghindarkan terjadinya penyakit otot rangka)
•    Faktor Biologis (kuman, virus, infeksi atau bloodborne pathogen, dan sebagainya)
•    Faktor Psikososial (stress kerja, kerja shhift, dsb)
•    Faktor lainnya, seperti :
o    Bahaya kebakaran.
o    Gas bertekanan tinggi (Compressed Gases)
o    Bahan-bahan yang mudah terbakar (cair, gas) dan penyimpanannya
o    Listrik
•    Faktor bahaya spesifik menurut Bagian/Departemen
•    Health and Safety di Laboratorium
•    Penanganan Limbah medis (infectious/non-infectious dan cair/padat
•    Pengenalan Alat Pelindung Diri
•    Kontrol terhadap infeksi nosokomial serta patient safety.
3. Peraturan Perundangan yang terkait, pentingnya Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan serta tugas dan fungsinya.
4. Ergonomi dan keselamatan kerja di rumah sakit. Pengenalan Ergonomi
•    Ergonomi dan Perancangan Sistem Kerja
•    Anthropometri
•    Fisiologi Kerja
•    Biomekanika
•    Sensasi yang dialami manusia saat bekerja
•    Perancangan Lingkungan Kerja
•    Psikologi Kerja
•    Human Error
•    Studi Kasus

 

PESERTA

Staff medis dan non medis

 

Metode

Presentasi, Diskusi , Brainstorming, Case Study,Evaluasi

Investasi dan Fasilitas
Fasilitas : Certificate,Training kits, USB,Lunch,Coffe Break, Souvenir

 

Instruktur

DR.IR Hari Purnomo,MT & Drs. Haryono

Formulir Permintaaan Informasi Lanjutan / Pra-Pendaftaran Public Training
    INFORMATION OPTIONS
    1. (required)
    2. (required)
    PERSONAL DATA
    1. (required)
    2. (required)
    3. (required)
    4. (valid email required)
    5. (required)
    6. (required)
    PRE REGISTRATION DATA (Tidak Mengikat)
    1. (required)
    MESSAGE FOR TRAINING PROVIDER
     

    12 thoughts on “Kesehatan, Keselamatan Kerja (K3) dan Ergonomi di Rumah Sakit

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *